چکیده
Improving educational quality requires human resource (HR) management that supports teachers’ continuous professional development and adaptation to global demands. This study aims to describe the management of educational HR transformation toward global quality at SMP Muhammadiyah 15 Surabaya and identify its supporting and inhibiting factors. A qualitative approach was employed, with data collected through non-participant observation, interviews, and documentation. Informants were selected through purposive sampling and included the vice principal, the vice principal for curriculum, two teachers, and two students. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings indicate that HR transformation is managed through planning, organizing, implementation, supervision, and evaluation. Development programs include internal and external training, a teacher learning community, weekly learning reflection, monthly coaching, and academic supervision. Supporting factors include a collaborative culture, regular professional guidance, and school support. Inhibiting factors comprise limited time, insufficient openness in reflection, short coaching sessions, delayed follow-up, and some teachers’ extrinsic motivation. These findings provide contextual insights into school-level HR management but do not establish program effectiveness in improving student learning outcomes or achieving global quality standards. ABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengembangkan kompetensi guru secara berkelanjutan dan adaptif terhadap tuntutan global. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen transformasi SDM pendidikan menuju mutu global di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, meliputi wakil kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru, dan dua peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi SDM dikelola melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Program pengembangan mencakup pelatihan internal dan eksternal, komunitas belajar, learning reflection mingguan, coaching bulanan, dan supervisi akademik. Faktor pendukung meliputi budaya kolaborasi, pembinaan rutin, serta dukungan sekolah, sedangkan hambatannya mencakup keterbatasan waktu, keterbukaan refleksi, durasi coaching, keterlambatan tindak lanjut, dan motivasi ekstrinsik sebagian guru. Temuan ini bersifat kontekstual dan belum membuktikan efektivitas program terhadap hasil belajar atau pencapaian standar mutu global.