Enhancing Community Work Readiness Through Fashion Skills Training at LKP Yani 20 Bandung Regency
ارتقای آمادگی شغلی جامعه از طریق آموزش مهارتهای مد و پوشاک در مؤسسه LKP Yani 20 شهرستان باندونگ
چکیده
This study explores the role of LKP Yani 20 in fostering a competent and competitive workforce through a fashion design skills training program. Employing a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews, direct observations, and document analysis involving institutional leaders, instructors, trainees, alumni, and members of the surrounding community. Thematic analysis was applied to capture patterns across the data. The findings reveal that the fashion training program substantially enhances participants’ sewing skills, work readiness, and self-confidence. Practice-oriented learning, combined with sustained instructor guidance, plays a crucial role in shaping work ethics and promoting learner independence, both for employment in the garment industry and for self-employment initiatives. Program outcomes are further reinforced by strong institutional commitment, instructor expertise, and high participant motivation. Nevertheless, limitations related to training facilities and limited industry partnerships continue to constrain program optimization. Keywords: Nonformal Education; Course And Training Institutions; Fashion Skills Training; Work Readiness Abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, instruktur, peserta, alumni, dan masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menangkap pola dan makna yang muncul dari temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tata busana memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan teknis menjahit, kesiapan kerja, serta kepercayaan diri peserta. Pembelajaran yang menekankan praktik, disertai pendampingan instruktur secara berkelanjutan, berperan penting dalam membentuk etos kerja dan kemandirian peserta, baik untuk memasuki industri garmen maupun mengembangkan usaha mandiri. Keberhasilan program didukung oleh komitmen kelembagaan, kompetensi instruktur, dan motivasi peserta, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pelatihan serta lemahnya jejaring dengan dunia industri. Temuan penelitian ini menegaskan relevansi Human Capital Theory dan Competency-Based Training dalam pendidikan nonformal serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan peran LKP dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Kata kunci: Pendidikan Nonformal; Lembaga Kursus Dan Pelatihan; Pelatihan Tata Busana; Kesiapan Kerja
این مطالعه به بررسی نقش مؤسسه LKP Yani 20 در پرورش نیروی کار ماهر و رقابتی از طریق برنامه آموزش مهارتهای طراحی مد میپردازد. با بهرهگیری از رویکرد کیفی و طرح مطالعه موردی، دادهها از طریق مصاحبههای عمیق، مشاهدات مستقیم و تحلیل اسناد، با مشارکت مدیران مؤسسه، مدرسان، کارآموزان، فارغالتحصیلان و اعضای جامعه محلی گردآوری شد. تحلیل دادهها به صورت تماتیک انجام گرفت تا الگوها و معانی موجود در دادهها استخراج شود. یافتهها نشان میدهد که برنامه آموزش مد به طور قابل توجهی مهارتهای دوخت، آمادگی شغلی و اعتماد به نفس شرکتکنندگان را ارتقا میدهد. یادگیری مبتنی بر عمل، همراه با راهنمایی مستمر مدرسان، نقش مهمی در شکلدهی به اخلاق کاری و ترویج استقلال یادگیرندگان، چه برای اشتغال در صنعت پوشاک و چه برای کارآفرینی فردی ایفا میکند. نتایج برنامه با تعهد قوی نهادی، تخصص مدرسان و انگیزه بالای شرکتکنندگان تقویت میشود. با این حال، محدودیتهایی در زمینه امکانات آموزشی و کمبود همکاری با صنعت، بهینهسازی برنامه را با چالش مواجه کرده است.