فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

Siti Fatimah

۲ مقاله

همه‌ی آثار Siti Fatimah در فکر بنیان مشاهده ←

هم‌نویسندگان: Hasriadi HasriadiSt. MarwiyahTionomi SihiteJarnawi Afgani Dahlan

EVALUASI PROGRAM TARBIYAH ANAK SALEH (TRANS) DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL-BASHIRAH MENGGUNAKAN DISCREPANCY EVALUATION MODEL

Siti Fatimah; St. Marwiyah; Hasriadi Hasriadi MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1053-1066 https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i4.16103

چکیده

The Tarbiyah Anak Saleh (TRANS) Program is a character and religious development program for students at Al-Bashirah Integrated Islamic Elementary School (SDIT Al-Bashirah). Although the program has been implemented as one of the school’s flagship programs, it has never been systematically evaluated to identify discrepancies between its planning and implementation. This study aims to identify and measure the discrepancies between the planning and implementation of the TRANS Program using the Discrepancy Evaluation Model (DEM), which comprises four evaluation stages: design, installation, process, and product. The study employed an evaluation approach using a mixed-method design and was conducted from February 23 to March 7, 2026. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The questionnaires were administered to 132 students in Grades IV, V, and VI, while interviews were conducted with 3 teachers involved in implementing the program. The findings show that the overall discrepancy level of the TRANS Program was categorized as small. At the design stage, the program was supported by competent human resources and adequate facilities and infrastructure, although several activities had not yet been implemented and detailed technical guidelines were not available. At the installation stage, the level of program conformity reached 80%, with a discrepancy of 20%, categorized as small, although internet connectivity and transportation constraints were still encountered. At the process stage, the level of conformity also reached 80%, with a discrepancy of 20%, categorized as small, supported by the involvement of the school, teachers, parents, and students. At the product stage, the level of program achievement reached 84%, with a discrepancy of 16%, categorized as very small, as reflected in positive changes in students’ worship practices, moral character, discipline, and responsibility. These findings indicate that the TRANS Program demonstrates a high level of conformity and achievement; however, stronger technical guidelines and greater consistency in implementation are still needed to ensure that all program components are carried out optimally. ABSTRAK Program Tarbiyah Anak Saleh (TRANS) merupakan program pembinaan karakter dan keagamaan peserta didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Bashirah. Meskipun program ini telah dilaksanakan sebagai salah satu program unggulan sekolah, belum pernah dilakukan evaluasi secara sistematis untuk mengetahui kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan Program TRANS menggunakan Discrepancy Evaluation Model (DEM), yang mencakup empat tahap evaluasi, yaitu desain, instalasi, proses, dan produk. Penelitian menggunakan pendekatan evaluasi dengan metode campuran (mixed method) yang dilaksanakan pada 23 Februari–7 Maret 2026. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Angket diberikan kepada 132 peserta didik kelas IV, V, dan VI, sedangkan wawancara dilakukan terhadap 3 guru yang terlibat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesenjangan Program TRANS secara umum berada pada kategori kecil. Pada tahap desain, program telah didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan sarana prasarana yang memadai, meskipun beberapa kegiatan belum terlaksana dan belum tersedia petunjuk teknis yang rinci. Pada tahap instalasi, tingkat kesesuaian program mencapai 80% dengan kesenjangan 20% dalam kategori kecil, meskipun masih terdapat kendala jaringan dan transportasi. Pada tahap proses, tingkat kesesuaian mencapai 80% dengan kesenjangan 20% dalam kategori kecil, didukung oleh keterlibatan sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Pada tahap produk, tingkat ketercapaian mencapai 84% dengan kesenjangan 16% dalam kategori sangat kecil, yang ditunjukkan oleh perubahan positif pada aspek ibadah, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa Program TRANS memiliki tingkat kesesuaian dan ketercapaian yang tinggi, tetapi masih memerlukan penguatan petunjuk teknis dan konsistensi pelaksanaan agar seluruh komponen program dapat terlaksana secara optimal.

متن کامل دسترسی آزاد

PELATIHAN METODE GASING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI OPERASI HITUNG GURU KAB. HUMBANG HASUDUTAN

آموزش روش گاسینگ در افزایش شایستگی‌های محاسباتی معلمان شهرستان هومبانگ هاسودوتن

Tionomi Sihite; Siti Fatimah; Jarnawi Afgani Dahlan EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1534-1545 https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16192

چکیده

Mastery of basic arithmetic operations is fundamental to teachers’ numeracy competence and their ability to deliver quality mathematics instruction. This study aimed to analyze changes in teachers’ arithmetic competence following training in the GASING method (Gampang, Asyik, and Menyenangkan), identify gains across individual components, and compare improvements across training classes and educational levels. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was implemented across four training classes. Participants comprised 216 primary and junior secondary school teachers in Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra, Indonesia. Competence was assessed on a 0–100 scale across five components: Bakalkubagi, addition, multiplication, subtraction, and division. Data analysis included the Wilcoxon signed-rank test, paired t-test, effect sizes, normalized gain (N-Gain), and comparisons across classes and educational levels. The results showed that the mean total score increased from 44.13 to 93.17, representing a gain of 49.04 points (p < .001) and a mean N-Gain of 0.88, classified as high. The largest gains occurred in division, multiplication, and Bakalkubagi. Improvements did not differ significantly across training classes or educational levels. These findings indicate consistent score improvements following training but do not establish a causal effect because no control group was included. ABSTRAK Penguasaan operasi hitung dasar merupakan fondasi kompetensi numerasi yang perlu dimiliki guru untuk mendukung pembelajaran matematika yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kompetensi operasi hitung guru setelah mengikuti pelatihan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), mengidentifikasi peningkatan pada setiap komponen, serta membandingkan hasil antarkelas dan antarjenjang pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest yang diterapkan pada empat kelas pelatihan. Subjek penelitian berjumlah 216 guru SD/MI dan SMP di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kompetensi diukur melalui lima komponen, yaitu Bakalkubagi, penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian, menggunakan skala 0–100. Analisis data meliputi uji Wilcoxon, paired t-test, ukuran efek, N-Gain, serta perbandingan antarkelas dan antarjenjang. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor total meningkat dari 44,13 menjadi 93,17, dengan selisih 49,04 poin (p < 0,001) dan N-Gain 0,88 dalam kategori tinggi. Peningkatan terbesar terjadi pada pembagian, perkalian, dan Bakalkubagi. Peningkatan tidak berbeda signifikan antarkelas maupun antarjenjang. Temuan ini menunjukkan peningkatan kompetensi yang konsisten setelah pelatihan, tetapi belum membuktikan hubungan kausal karena tidak menggunakan kelompok kontrol.

تسلط بر عملیات حسابی پایه، اساس شایستگی سواد عددی معلمان و توانایی آن‌ها در ارائه آموزش با کیفیت ریاضیات است. هدف این پژوهش، تحلیل تغییرات شایستگی حسابی معلمان پس از آموزش روش GASING (Gampang، Asyik، و Menyenangkan)، شناسایی میزان پیشرفت در هر یک از مؤلفه‌ها و مقایسه بهبودها در بین کلاس‌های آموزشی و سطوح تحصیلی بود. این مطالعه با رویکرد کمی و طرح پیش‌آزمایشی یک‌گروهی با پیش‌آزمون–پس‌آزمون در چهار کلاس آموزشی اجرا شد. شرکت‌کنندگان شامل ۲۱۶ معلم مدارس ابتدایی و متوسطه اول در شهرستان Humbang Hasundutan، استان سوماترای شمالی، اندونزی بودند. شایستگی در مقیاس ۰ تا ۱۰۰ و در پنج مؤلفه Bakalkubagi، جمع، ضرب، تفریق و تقسیم ارزیابی شد. تحلیل داده‌ها شامل آزمون Wilcoxon signed-rank، آزمون t زوجی، اندازه اثر، سود نرمال‌شده (N-Gain) و مقایسه بین کلاس‌ها و سطوح تحصیلی بود. نتایج نشان داد میانگین نمره کل از ۴۴٫۱۳ به ۹۳٫۱۷ افزایش یافت که معادل افزایش ۴۹٫۰۴ امتیاز (p < .001) و میانگین N-Gain برابر با ۰٫۸۸ (در طبقه‌بندی بالا) بود. بیشترین پیشرفت در مؤلفه‌های تقسیم، ضرب و Bakalkubagi مشاهده شد. بهبودها بین کلاس‌های آموزشی و سطوح تحصیلی تفاوت معناداری نداشت. این یافته‌ها نشان‌دهنده بهبود نمرات به طور یکنواخت پس از آموزش است، اما به دلیل نبود گروه کنترل، رابطه علّی را اثبات نمی‌کند.

متن کامل دسترسی آزاد