فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

2026, Volume 6, Issue 4

مقاله‌ها

ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH PADA ERA DIGITAL

Sofiana Sofiana; Rudi Hariawan; Lu’ luin Najwa EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4368-4382 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15921

چکیده

ABSTRACT Digital transformation in education has encouraged changes in school management, requiring school principals to demonstrate adaptive and visionary leadership and to facilitate organizational change. Transformational leadership is a relevant approach because it emphasizes the ability of leaders to build a vision, provide motivation, encourage innovation, and empower teachers in responding to change. This study aimed to analyze teachers’ perceptions of the principal’s transformational leadership in the digital era at SMAN 9 Mataram based on the dimensions of idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The study employed a quantitative approach with a descriptive survey design. The study population and sample consisted of 57 teachers selected using total sampling (census sampling), in which all active teachers were included as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics. The results showed that teachers’ perceptions of the principal’s transformational leadership were in the positive category. The principal was perceived as demonstrating exemplary leadership, fostering motivation, supporting innovation, and paying attention to teachers’ professional development. These findings indicate that transformational leadership is reflected in various leadership practices that support an adaptive school environment in response to educational change and digital transformation. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong perubahan dalam pola pengelolaan sekolah sehingga kepala sekolah dituntut memiliki kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan mampu menggerakkan perubahan organisasi. Kepemimpinan transformasional menjadi pendekatan yang relevan karena menekankan kemampuan pemimpin dalam membangun visi, memberikan motivasi, mendorong inovasi, serta memberdayakan guru dalam menghadapi perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah pada era digital di SMAN 9 Mataram berdasarkan dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 57 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh (sensus), sehingga seluruh guru aktif dijadikan responden. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap kepemimpinan transformasional kepala sekolah berada pada kategori positif. Kepala sekolah dinilai mampu memberikan keteladanan, membangun motivasi, mendukung inovasi, serta memperhatikan pengembangan kompetensi guru. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tercermin dalam berbagai praktik kepemimpinan yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang adaptif terhadap perubahan dan transformasi digital pendidikan.

متن کامل دسترسی آزاد

PENDEKATAN STEAM BERBASIS MEDIA LOOSE PARTS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING ANAK USIA DINI

Novi Cynthia Yusnita; Dara Aisyah; Afdhalina Afdhalina EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4399-4410 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15601

چکیده

Problem-solving skills are essential to develop in early childhood so that children can identify problems, consider alternatives, and determine solutions independently. However, teacher-centered learning may limit children's opportunities to explore and experiment with different problem-solving strategies. This study aims to describe the implementation of the Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) approach using loose parts materials and the development of early childhood problem-solving skills. A qualitative descriptive method was employed at RA Nurhayati, Medan Tembung, involving teachers and 30 children aged 5–6 years. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with credibility supported by triangulation of techniques and sources. The findings indicate that constructing a bridge for toy cars provided opportunities for children to identify problems, select materials, design solutions, test alternatives, revise constructions, and evaluate outcomes. Children also engaged in experimentation, communication, collaboration, and creative material use. These findings suggest that the STEAM approach using loose parts can support the development of early childhood problem-solving skills through active, contextual, and child-centered learning experiences. ABSTRAK Keterampilan pemecahan masalah (problem solving) penting dikembangkan sejak usia dini agar anak mampu mengenali permasalahan, mempertimbangkan alternatif, dan menentukan solusi secara mandiri. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru dapat membatasi kesempatan anak untuk bereksplorasi dan mencoba berbagai strategi penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) berbasis media loose parts serta perkembangan keterampilan pemecahan masalah anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif di RA Nurhayati, Kecamatan Medan Tembung, dengan melibatkan guru dan 30 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diperiksa melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan merancang jembatan untuk mobil mainan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengidentifikasi masalah, memilih bahan, merancang solusi, mencoba alternatif, memperbaiki konstruksi, dan mengevaluasi hasil. Anak juga menunjukkan keterlibatan dalam eksperimen, komunikasi, kolaborasi, dan penggunaan material secara kreatif. Dengan demikian, pendekatan STEAM berbasis media loose parts berpotensi mendukung perkembangan keterampilan pemecahan masalah melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada anak.

متن کامل دسترسی آزاد

DIGITALISASI KITAB HADIS DI PESANTREN NASIONAL DAN ACEH: PELUANG, TANTANGAN, SERTA DAMPAKNYA TERHADAP OTORITAS KEILMUAN TRADISIONAL

Vanila Nur Sela; Abdul Wahid EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4411-4422 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.16167

چکیده

The digitization of hadith texts has become an important issue in Islamic boarding school education because it changes access to, learning of, and transmission of religious knowledge traditionally grounded in teacher guidance and the sanad tradition. This study aims to analyze the opportunities, challenges, and impacts of hadith text digitization on traditional scholarly authority in pesantren across Indonesia and dayah in Aceh. The study employs a library research method involving the analysis of 14 scholarly journal articles relevant to hadith text digitization, pesantren learning, knowledge transmission, and religious authority. The articles were prioritized from publications between 2021 and 2026 based on topical relevance and source credibility. Data were analyzed qualitatively through content analysis and thematic synthesis. The findings indicate that digitization broadens access to hadith literature, facilitates hadith searching and takhrij, and supports students’ independent learning. The identified challenges include digital source validity, superficial understanding of hadith, changes in knowledge transmission, and the emergence of new religious authorities. Digitization does not eliminate teachers’ roles but encourages the development of hybrid scholarly authority. Therefore, technology integration needs to be accompanied by stronger digital literacy, source verification, hadith methodology, and guidance from teachers and teungku. ABSTRAK Digitalisasi kitab hadis menjadi isu penting dalam pendidikan pesantren karena mengubah pola akses, pembelajaran, dan transmisi pengetahuan keagamaan yang selama ini bertumpu pada bimbingan guru dan tradisi sanad. Penelitian ini bertujuan menganalisis peluang, tantangan, serta dampak digitalisasi kitab hadis terhadap otoritas keilmuan tradisional pada pesantren di Indonesia dan dayah di Aceh. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis 14 artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan digitalisasi kitab hadis, pembelajaran pesantren, transmisi pengetahuan, dan otoritas keagamaan. Artikel diprioritaskan dari publikasi tahun 2021–2026 dengan mempertimbangkan relevansi topik dan kredibilitas sumber. Data dianalisis secara kualitatif melalui analisis isi (content analysis) dan sintesis tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi memperluas akses terhadap literatur hadis, mempercepat penelusuran dan takhrij, serta mendukung kemandirian belajar santri. Tantangan yang ditemukan meliputi validitas sumber digital, risiko pemahaman hadis yang dangkal, perubahan pola transmisi ilmu, dan munculnya otoritas keagamaan baru. Digitalisasi tidak menghilangkan peran guru, tetapi mendorong terbentuknya otoritas keilmuan hibrida. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi perlu disertai penguatan literasi digital, verifikasi sumber, metodologi hadis, dan bimbingan guru serta teungku.

متن کامل دسترسی آزاد

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SASTRA LISAN SAGATA PADA SISWA KELAS 5 MIN 10 BANDAR LAMPUNG

Heru Agustia; Nur Asiah; Deri Firmansah EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4423-4432 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15607

چکیده

This study is motivated by the declining use of sagata, a form of Lampung oral literature, due to the influence of global culture and reduced transmission of the local language to younger generations. It aims to describe the implementation of sagata instruction among fifth-grade students at MIN 10 Bandar Lampung, including planning, implementation, evaluation, and supporting/inhibiting factors. A qualitative descriptive approach was used. The subjects were three participants: one Lampung language teacher, one madrasah principal, and one fifth-grade student selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing; data validity was established through triangulation. Findings show that instructional planning was carried out systematically, covering module development, objective formulation, material selection, method selection, media preparation, and evaluation planning. Supporting factors included madrasah support, teachers’ roles, and student enthusiasm, while inhibiting factors included limited sagata-specific teaching materials, varying student vocabulary mastery, and the declining everyday use of sagata. Overall, sagata instruction has been implemented in a structured manner, though further strengthening of materials, media, and practice opportunities is needed to sustain its preservation through formal education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya penggunaan sagata, salah satu bentuk sastra lisan masyarakat Lampung, akibat derasnya arus budaya global serta berkurangnya pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran sastra lisan sagata pada siswa kelas V MIN 10 Bandar Lampung, mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah tiga orang, yaitu satu guru Bahasa Lampung, satu kepala madrasah, dan satu siswa kelas V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran sagata dilakukan secara sistematis melalui penyusunan modul ajar, perumusan tujuan, penentuan materi, pemilihan metode, penyiapan media, dan perencanaan evaluasi. Faktor pendukung meliputi dukungan madrasah, peran guru, serta antusiasme siswa, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan bahan ajar khusus sagata, perbedaan penguasaan kosakata bahasa Lampung, dan berkurangnya penggunaan sagata dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pembelajaran sagata telah terlaksana secara terstruktur, meskipun masih memerlukan penguatan bahan ajar, media, dan kesempatan praktik untuk mendukung keberlanjutan pelestariannya melalui pendidikan formal.

متن کامل دسترسی آزاد

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR

Sonnia Tentri Yanti Gea; Natalia Kristiani Lase; Berkat Persada Lase; Indah Wijaya Lase EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4445-4455 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15469

چکیده

Assessment in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary school level needs to document students’ knowledge, process skills, and character development continuously rather than relying solely on written test results. This study aimed to develop a flexible portfolio assessment instrument, determine its validity and practicality, and examine its perceived usefulness based on the fourth-grade teacher’s assessment at SD Negeri 075027 Silima Omo. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model, comprising Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The participants included three expert validators, one fourth-grade teacher, and 22 students, with 10 students participating in the small-group trial. The resulting product was a printed portfolio assessment instrument comprising seven integrated components. Validation results yielded mean scores of 3.83 for design, 3.75 for language, and 4.00 for evaluation on a four-point scale. The practicality score increased from 62.50% to 93.75%, while perceived usefulness increased from 64.29% to 85.71%. The small-group trial produced a mean portfolio score of 80.80. The instrument was considered suitable for use; however, inter-rater reliability and its effectiveness in improving learning outcomes require further empirical investigation. ABSTRAK Penilaian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar perlu mencakup perkembangan pengetahuan, keterampilan proses, dan karakter murid secara berkelanjutan, bukan hanya berorientasi pada hasil tes tertulis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian portofolio yang fleksibel, mengetahui kelayakan dan kepraktisannya, serta mengidentifikasi kebermanfaatannya berdasarkan persepsi guru kelas IV di SD Negeri 075027 Silima Omo. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian terdiri atas tiga validator ahli, satu guru kelas IV, dan 22 murid, dengan 10 murid sebagai subjek uji coba kelompok kecil. Produk yang dikembangkan berupa instrumen portofolio berbasis cetak dengan tujuh komponen terintegrasi. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata ahli desain 3,83, ahli bahasa 3,75, dan ahli evaluasi 4,00 pada skala empat. Persentase kepraktisan meningkat dari 62,50% menjadi 93,75%, sedangkan kebermanfaatan berdasarkan persepsi guru meningkat dari 64,29% menjadi 85,71%. Rata-rata nilai portofolio kelompok kecil mencapai 80,80. Instrumen dinyatakan layak digunakan, meskipun reliabilitas antarpenilai dan keefektifan terhadap hasil belajar masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

متن کامل دسترسی آزاد

ANALISIS PERAN GURU DALAM MEMBINA KARAKTER PESERTA DIDIK DI KELAS IV DI UPTD SD NEGERI 077272 LOLOFAOSO TABALOHO

Alfinis Telaumbanua; Eka Periaman Zai; Famahato Lase; Riana Riana EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4456-4469 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15961

چکیده

ABSTRACT Character development at the elementary school level plays an important role in shaping students’ attitudes and behaviors in accordance with educational values. This study aims to describe the role of teachers in fostering discipline, responsibility, compliance with norms, and fulfillment of obligations through Pancasila Education among fourth-grade students at UPTD SD Negeri 077272 Lolofaoso Tabaloho. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, involving the school principal as the key informant, the fourth-grade teacher as the main informant, and three students selected through purposive sampling as additional informants. Data analysis consisted of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers foster character development by integrating character values into classroom instruction and daily school routines. These efforts are implemented through role modeling, guidance, appreciation, motivation, assignments, and the enforcement of school rules to cultivate discipline, responsibility, compliance with norms, and fulfillment of obligations. Thus, Pancasila Education serves as a means of character development through role modeling and habituation, encouraging students to apply these values in their daily lives. ABSTRAK Pembinaan karakter pada jenjang sekolah dasar berperan dalam membentuk sikap dan perilaku siswa sesuai nilai-nilai pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam membina karakter disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap norma, dan pelaksanaan kewajiban melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila pada siswa kelas IV UPTD SD Negeri 077272 Lolofaoso Tabaloho. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan kepala sekolah sebagai informan kunci, guru kelas IV sebagai informan utama, serta tiga siswa yang dipilih melalui purposive sampling sebagai informan tambahan. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membina karakter melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran dan pembiasaan di sekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui keteladanan, bimbingan, apresiasi, motivasi, pemberian tugas, serta penerapan tata tertib untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap norma, dan pelaksanaan kewajiban. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila menjadi sarana pembinaan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan yang mendorong siswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

متن کامل دسترسی آزاد