فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

Indah Wijaya Lase

۵ مقاله

همه‌ی آثار Indah Wijaya Lase در فکر بنیان مشاهده ←

هم‌نویسندگان: Berkat Persada LaseFatiani LaseBerta Swit Lady ZebuaNatalia Kristiani LaseSonnia Tentri Yanti GeaEka Septianti LaoliAdrianus BawamenewiNetti Kariani MendrofaFamily Kristiani GuloAfore Tahir HarefaEvi Lestari HuluEka Periaman Zai

ANALISIS PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING PADA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPAS MATERI BUMI BERUBAH DI SD NEGERI 078011 TETEHOSI

Berta Swit Lady Zebua; Eka Septianti Laoli; Fatiani Lase; Indah Wijaya Lase TEACHING Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 3670-3682 https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.15633

چکیده

This study was motivated by science and social studies (IPAS) learning that remained relatively teacher-centered, with limited student participation and suboptimal conceptual understanding of the Changing Earth topic. The study aimed to analyze the implementation of the Inquiry-Based Learning (IBL) model, identify the challenges encountered, and describe the teacher’s efforts to address those challenges in Grade V at SD Negeri 078011 Tetehosi. A qualitative approach with a case study design was employed. The participants consisted of one Grade V teacher as the key informant and six students as supporting informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model through data collection, reduction, display, and conclusion drawing. Data trustworthiness was established through source and technique triangulation. The findings show that IBL was implemented through six stages: orientation, problem formulation, hypothesis formulation, data collection, hypothesis testing, and conclusion drawing. The learning activities encouraged students to observe, ask questions, discuss, investigate, compare evidence with initial assumptions, and present conclusions. The main challenges included low confidence, differences in learning abilities, communication barriers, limited learning media, and limited instructional time. The teacher addressed these challenges by using audio-visual media and simple simulations, heterogeneous grouping, individual support, motivation, positive reinforcement, and a safe learning environment. Overall, IBL provided a more active and meaningful learning experience, although its implementation still required adaptive instructional support. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran IPAS yang masih cenderung berpusat pada guru, rendahnya keaktifan sebagian murid, serta belum optimalnya pemahaman konsep pada materi Bumi Berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Inquiry Based Learning (IBL), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut pada kelas V SD Negeri 078011 Tetehosi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan terdiri atas satu guru kelas V sebagai informan kunci dan enam murid sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IBL diterapkan melalui enam tahap, yaitu orientasi, perumusan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Pembelajaran mendorong murid mengamati, bertanya, berdiskusi, melakukan penyelidikan, membandingkan data dengan dugaan awal, dan mempresentasikan kesimpulan. Kendala utama meliputi rendahnya kepercayaan diri, perbedaan kemampuan belajar, hambatan komunikasi, keterbatasan media, dan waktu pembelajaran. Guru mengatasinya melalui penggunaan media audiovisual dan simulasi sederhana, kelompok heterogen, pendekatan personal, motivasi, penghargaan, dan suasana belajar yang aman. Temuan menunjukkan bahwa IBL dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna, meskipun pelaksanaannya masih memerlukan dukungan yang adaptif.

متن کامل دسترسی آزاد

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR

Sonnia Tentri Yanti Gea; Natalia Kristiani Lase; Berkat Persada Lase; Indah Wijaya Lase EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4445-4455 https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15469

چکیده

Assessment in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary school level needs to document students’ knowledge, process skills, and character development continuously rather than relying solely on written test results. This study aimed to develop a flexible portfolio assessment instrument, determine its validity and practicality, and examine its perceived usefulness based on the fourth-grade teacher’s assessment at SD Negeri 075027 Silima Omo. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model, comprising Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The participants included three expert validators, one fourth-grade teacher, and 22 students, with 10 students participating in the small-group trial. The resulting product was a printed portfolio assessment instrument comprising seven integrated components. Validation results yielded mean scores of 3.83 for design, 3.75 for language, and 4.00 for evaluation on a four-point scale. The practicality score increased from 62.50% to 93.75%, while perceived usefulness increased from 64.29% to 85.71%. The small-group trial produced a mean portfolio score of 80.80. The instrument was considered suitable for use; however, inter-rater reliability and its effectiveness in improving learning outcomes require further empirical investigation. ABSTRAK Penilaian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar perlu mencakup perkembangan pengetahuan, keterampilan proses, dan karakter murid secara berkelanjutan, bukan hanya berorientasi pada hasil tes tertulis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian portofolio yang fleksibel, mengetahui kelayakan dan kepraktisannya, serta mengidentifikasi kebermanfaatannya berdasarkan persepsi guru kelas IV di SD Negeri 075027 Silima Omo. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian terdiri atas tiga validator ahli, satu guru kelas IV, dan 22 murid, dengan 10 murid sebagai subjek uji coba kelompok kecil. Produk yang dikembangkan berupa instrumen portofolio berbasis cetak dengan tujuh komponen terintegrasi. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata ahli desain 3,83, ahli bahasa 3,75, dan ahli evaluasi 4,00 pada skala empat. Persentase kepraktisan meningkat dari 62,50% menjadi 93,75%, sedangkan kebermanfaatan berdasarkan persepsi guru meningkat dari 64,29% menjadi 85,71%. Rata-rata nilai portofolio kelompok kecil mencapai 80,80. Instrumen dinyatakan layak digunakan, meskipun reliabilitas antarpenilai dan keefektifan terhadap hasil belajar masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

متن کامل دسترسی آزاد

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS IV UPTD SD NEGERI 075062 DOLI-DOLI

Family Kristiani Gulo; Indah Wijaya Lase; Netti Kariani Mendrofa; Adrianus Bawamenewi STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1633-1643 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15638

چکیده

This study was motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila Education at UPTD SD Negeri 075062 Doli-Doli. In the pre-cycle assessment, only 4 of 19 students (21.05%) met the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP). This study aimed to describe the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model and improve students’ learning outcomes through its application. The study employed classroom action research based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. The participants were 19 fourth-grade students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation, then analyzed descriptively. The results showed that the average teacher activity score increased from 56.73% in Cycle I to 79.81% in Cycle II, while student activity increased from 59.71% to 80.59%. The average learning outcome score rose from 48.16 in the pre-cycle to 65.26 in Cycle I and 87.37 in Cycle II. Classical learning mastery also increased from 21.05% to 52.63% and 89.47%, respectively. Therefore, implementing PBL can improve the learning process and learning outcomes in Pancasila Education among fourth-grade students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV UPTD SD Negeri 075062 Doli-Doli. Pada tahap pra-siklus, hanya 4 dari 19 siswa (21,05%) yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model tersebut. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas guru meningkat dari 56,73% pada Siklus I menjadi 79,81% pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 59,71% menjadi 80,59%. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 48,16 pada pra-siklus menjadi 65,26 pada Siklus I dan 87,37 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 21,05% menjadi 52,63% dan 89,47%. Dengan demikian, penerapan PBL dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV.

متن کامل دسترسی آزاد

ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP EFEKTIVITAS INSTRUMEN PENILAIAN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SD NEGERI 071202 HELEZALULU

Evi Lestari Hulu; Berkat Persada Lase; Indah Wijaya Lase; Afore Tahir Harefa STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1609-1620 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15642

چکیده

The urgency of this research lies in the importance of formative assessment for monitoring students’ learning progress and improving Pancasila Education in elementary schools. However, its implementation still faces challenges, including limited time, administrative workload, insufficient instrument variety, and suboptimal use of feedback. This study aims to analyze teachers’ perceptions of the effectiveness of formative assessment instruments, identify implementation barriers, and describe teachers’ efforts to overcome these challenges in Grade V at SD Negeri 071202 Helezalulu. This research employed a descriptive qualitative approach involving two Grade V teachers, one school principal, and four students as informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using open coding, axial coding, and selective coding. Data trustworthiness was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers perceived formative assessment instruments positively because they helped monitor students’ understanding, identify learning difficulties, provide feedback, and determine instructional follow-up. The identified barriers were addressed through instrument simplification, careful planning, staged assessment, reflection, and teacher collaboration. The study concludes that formative assessment effectiveness depends not only on instrument quality but also on teacher competence, student characteristics, and school support. ABSTRAK Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penilaian formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa dan memperbaiki pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, beban administrasi, variasi instrumen, dan pemanfaatan umpan balik yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru terhadap efektivitas instrumen penilaian formatif, mengidentifikasi hambatan penerapannya, serta mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi hambatan tersebut di kelas V SD Negeri 071202 Helezalulu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan dua guru kelas V, satu kepala sekolah, dan empat siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui open coding, axial coding, dan selective coding. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap efektivitas instrumen penilaian formatif dalam memantau pemahaman siswa, mengidentifikasi kesulitan belajar, memberikan umpan balik, dan menentukan tindak lanjut pembelajaran. Kendala diatasi melalui penyederhanaan instrumen, perencanaan, penilaian bertahap, refleksi, dan kolaborasi antarguru. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas penilaian formatif bergantung pada kualitas instrumen, kompetensi guru, karakteristik siswa, dan dukungan sekolah.

متن کامل دسترسی آزاد

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS IV UPTD SDN 074038 TOHIA

Datatuwu Pratama Waruwu; Agnes Renostini Harefa; Eka Periaman Zai; Indah Wijaya Lase TEACHER Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1433-1442 https://doi.org/10.51878/teacher.v6i4.15641

چکیده

This study was motivated by the low learning outcomes of students in Pancasila Education, which was caused by a learning process that had not fully involved students actively. This study aimed to describe the implementation of the Role Playing learning strategy and analyze the improvement of students’ learning outcomes after its implementation. The study was conducted at UPTD SD Negeri 074038 TOHIA with 23 fourth-grade students as research subjects. This study employed Classroom Action Research conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research instruments consisted of teacher activity observation sheets, student activity observation sheets, and learning outcome tests. Data were collected through observation and tests. The results showed that the implementation of the Role Playing strategy improved the quality of the learning process and students’ learning outcomes. Teacher activity increased gradually in each meeting, while student activity also showed increased involvement throughout the learning process. The learning test results showed that the average student score in Cycle I was 63.43 with classical mastery of 39.13%, which increased in Cycle II to 77.17 with classical mastery of 86.95%. This improvement indicates that Role Playing provided students with active, contextual, and meaningful learning experiences that helped them understand Pancasila Education material more effectively. Therefore, the Role Playing learning strategy can be used as an alternative learning strategy to improve students’ learning outcomes in Pancasila Education at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang belum sepenuhnya melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran Role Playing dan menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan strategi tersebut. Penelitian dilaksanakan di UPTD SD Negeri 074038 TOHIA dengan subjek penelitian sebanyak 23 peserta didik kelas IV. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Role Playing dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Aktivitas guru meningkat secara bertahap dari setiap pertemuan, demikian pula aktivitas peserta didik yang menunjukkan peningkatan keterlibatan selama pembelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik pada Siklus I sebesar 63,43 dengan ketuntasan klasikal 39,13%, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 77,17 dengan ketuntasan klasikal 86,95%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan Role Playing mampu memberikan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna sehingga membantu peserta didik memahami materi Pendidikan Pancasila dengan lebih baik. Dengan demikian, strategi pembelajaran Role Playing dapat digunakan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.

متن کامل دسترسی آزاد