فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

Fatiani Lase

۱ مقاله

همه‌ی آثار Fatiani Lase در فکر بنیان مشاهده ←

هم‌نویسندگان: Berta Swit Lady ZebuaEka Septianti LaoliIndah Wijaya Lase

ANALISIS PENERAPAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING PADA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPAS MATERI BUMI BERUBAH DI SD NEGERI 078011 TETEHOSI

Berta Swit Lady Zebua; Eka Septianti Laoli; Fatiani Lase; Indah Wijaya Lase TEACHING Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 3670-3682 https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.15633

چکیده

This study was motivated by science and social studies (IPAS) learning that remained relatively teacher-centered, with limited student participation and suboptimal conceptual understanding of the Changing Earth topic. The study aimed to analyze the implementation of the Inquiry-Based Learning (IBL) model, identify the challenges encountered, and describe the teacher’s efforts to address those challenges in Grade V at SD Negeri 078011 Tetehosi. A qualitative approach with a case study design was employed. The participants consisted of one Grade V teacher as the key informant and six students as supporting informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model through data collection, reduction, display, and conclusion drawing. Data trustworthiness was established through source and technique triangulation. The findings show that IBL was implemented through six stages: orientation, problem formulation, hypothesis formulation, data collection, hypothesis testing, and conclusion drawing. The learning activities encouraged students to observe, ask questions, discuss, investigate, compare evidence with initial assumptions, and present conclusions. The main challenges included low confidence, differences in learning abilities, communication barriers, limited learning media, and limited instructional time. The teacher addressed these challenges by using audio-visual media and simple simulations, heterogeneous grouping, individual support, motivation, positive reinforcement, and a safe learning environment. Overall, IBL provided a more active and meaningful learning experience, although its implementation still required adaptive instructional support. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran IPAS yang masih cenderung berpusat pada guru, rendahnya keaktifan sebagian murid, serta belum optimalnya pemahaman konsep pada materi Bumi Berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Inquiry Based Learning (IBL), mengidentifikasi kendala yang dihadapi, dan mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut pada kelas V SD Negeri 078011 Tetehosi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan terdiri atas satu guru kelas V sebagai informan kunci dan enam murid sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IBL diterapkan melalui enam tahap, yaitu orientasi, perumusan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Pembelajaran mendorong murid mengamati, bertanya, berdiskusi, melakukan penyelidikan, membandingkan data dengan dugaan awal, dan mempresentasikan kesimpulan. Kendala utama meliputi rendahnya kepercayaan diri, perbedaan kemampuan belajar, hambatan komunikasi, keterbatasan media, dan waktu pembelajaran. Guru mengatasinya melalui penggunaan media audiovisual dan simulasi sederhana, kelompok heterogen, pendekatan personal, motivasi, penghargaan, dan suasana belajar yang aman. Temuan menunjukkan bahwa IBL dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna, meskipun pelaksanaannya masih memerlukan dukungan yang adaptif.

متن کامل دسترسی آزاد