فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran

2026, Volume 6, Issue 4

مقاله‌ها

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKIT AR-RISALAH SAMARINDA

Dwi Ramadhani; Kautsar Eka Wardana STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1588-1597 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.16189

چکیده

Quranic memorization learning in early childhood often faces challenges such as short attention spans and boredom caused by monotonous repetition methods, leading to mood fluctuations and low memory retention. Recognizing the importance of laying a solid memorization foundation early on, an instructional strategy that bridges recitation accuracy with children's psychological traits is urgently required. This study aims to analyze teachers’ strategies for integrating the talaqqi/musyāfahah method with a joyful learning approach to improve Qur’an memorization skills among children aged 5–6 years at TKIT Ar-Risalah Samarinda. This descriptive qualitative study employs a teacher-researcher design, in which the researcher independently serves as the sole teacher as well as the primary data collector. The research subjects consisted of 1 main teacher and 16 Class B3 students. Data were collected through direct observation, self-reflection journals, audio-visual recordings, and documentation of mutaba'ah book recapitulations. Data analysis was conducted interactively (reduction, presentation, and conclusion drawing), and its validity was tested through triangulation of techniques and sources. The results showed that memorization planning was arranged gradually (1–2 verses per day) based on differentiation. The learning implementation combined auditory modeling (talaqqi) with game-based learning, kinetic ice-breaking, and positive reinforcement. This integrative strategy was proven to have a significant influence on three indicators: (1) improving the accuracy of makhraj pronunciation and basic tajwid in real-time; (2) fostering children’s confidence and independence in reciting their memorization; and (3) strengthening memorization retention through multisensory engagement without triggering cognitive fatigue. Obstacles in the form of short attention spans and fluctuating moods were successfully eliminated through break time and interactive games. This study concludes that accuracy in Qur’an memorization rules among pre-literacy children is best achieved when aligned with children’s positive emotional regulation needs. ABSTRAK Pembelajaran hafalan Al-Qur'an pada anak usia dini sering kali menghadapi kendala seperti rentang perhatian yang singkat dan kejenuhan akibat metode pengulangan yang monoton, yang memicu fluktuasi mood serta rendahnya retensi ingatan anak. Mengingat pentingnya penanaman fondasi hafalan sejak dini, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menjembatani presisi kaidah bacaan dengan karakteristik psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengintegrasikan metode talaqqi/musyāfahah dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) guna meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an anak usia 5–6 tahun di TKIT Ar-Risalah Samarinda. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan desain teacher researcher, di mana peneliti bertindak mandiri sebagai pengajar tunggal sekaligus pengumpul data utama. Subjek penelitian meliputi 1 orang guru utama dan 16 peserta didik Kelas B3. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, jurnal refleksi diri, rekaman audio-visual, dan dokumentasi rekapitulasi buku mutaba'ah. Analisis data dilakukan secara interaktif (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan) serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan hafalan disusun secara bertahap (1–2 ayat per hari) berbasis diferensiasi. Pelaksanaan pembelajaran memadukan pemodelan auditori (talaqqi) dengan game-based learning, ice breaking kinetik, dan positive reinforcement. Strategi integratif ini terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap tiga indikator: (1) meningkatkan akurasi pelafalan makhraj dan tajwid dasar secara real-time; (2) menumbuhkan keberanian serta kemandirian anak dalam menyetorkan hafalan; dan (3) memperkuat retensi daya rekat hafalan melalui keterlibatan multisensorik tanpa memicu kelelahan kognitif. Hambatan berupa rentang perhatian yang singkat dan mood fluktuatif berhasil dieliminasi melalui pemberian jeda (break time) dan permainan interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketepatan kaidah hafalan Al-Qur’an pada anak usia pra-literasi dapat dicapai secara optimal apabila diselaraskan dengan kebutuhan regulasi emosi positif anak.

متن کامل دسترسی آزاد

ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP EFEKTIVITAS INSTRUMEN PENILAIAN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SD NEGERI 071202 HELEZALULU

Evi Lestari Hulu; Berkat Persada Lase; Indah Wijaya Lase; Afore Tahir Harefa STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1609-1620 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15642

چکیده

The urgency of this research lies in the importance of formative assessment for monitoring students’ learning progress and improving Pancasila Education in elementary schools. However, its implementation still faces challenges, including limited time, administrative workload, insufficient instrument variety, and suboptimal use of feedback. This study aims to analyze teachers’ perceptions of the effectiveness of formative assessment instruments, identify implementation barriers, and describe teachers’ efforts to overcome these challenges in Grade V at SD Negeri 071202 Helezalulu. This research employed a descriptive qualitative approach involving two Grade V teachers, one school principal, and four students as informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using open coding, axial coding, and selective coding. Data trustworthiness was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers perceived formative assessment instruments positively because they helped monitor students’ understanding, identify learning difficulties, provide feedback, and determine instructional follow-up. The identified barriers were addressed through instrument simplification, careful planning, staged assessment, reflection, and teacher collaboration. The study concludes that formative assessment effectiveness depends not only on instrument quality but also on teacher competence, student characteristics, and school support. ABSTRAK Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penilaian formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa dan memperbaiki pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, beban administrasi, variasi instrumen, dan pemanfaatan umpan balik yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru terhadap efektivitas instrumen penilaian formatif, mengidentifikasi hambatan penerapannya, serta mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi hambatan tersebut di kelas V SD Negeri 071202 Helezalulu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan dua guru kelas V, satu kepala sekolah, dan empat siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui open coding, axial coding, dan selective coding. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap efektivitas instrumen penilaian formatif dalam memantau pemahaman siswa, mengidentifikasi kesulitan belajar, memberikan umpan balik, dan menentukan tindak lanjut pembelajaran. Kendala diatasi melalui penyederhanaan instrumen, perencanaan, penilaian bertahap, refleksi, dan kolaborasi antarguru. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas penilaian formatif bergantung pada kualitas instrumen, kompetensi guru, karakteristik siswa, dan dukungan sekolah.

متن کامل دسترسی آزاد

ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR SIKAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 071206 TALUZUSUA

Intan Permata Hati Zebua; Trisman Harefa; Dernius Hura; Elwin Piarawan Zebua STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1621-1632 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15474

چکیده

Discipline assessment in elementary schools is essential for systematically monitoring students’ character development and providing a basis for continuous guidance. However, effective assessment depends not only on the availability of instruments but also on consistent implementation and the appropriate use of assessment results. This study aimed to describe the implementation of discipline attitude assessment instruments and the disciplinary behavior of students at SD Negeri 071206 Taluzusua. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The informants consisted of two homeroom teachers and one subject teacher selected purposively based on their direct involvement in teaching and attitude assessment. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings indicated that instrument implementation involved three stages: planning, assessment, and utilization of results. Teachers used observation sheets and attitude assessment journals to assess punctuality, compliance with rules, and responsibility for completing assignments. Students generally demonstrated fairly good discipline, although their behavior was not yet consistent across all indicators. Assessment results were used to provide reminders, guidance, reinforcement, and continuous character development. These findings highlight the importance of systematic assessment and appropriate follow-up in fostering discipline in elementary schools. ABSTRAK Penilaian sikap kedisiplinan penting dilakukan di sekolah dasar untuk memantau perkembangan karakter peserta didik secara sistematis dan menjadi dasar pembinaan yang berkelanjutan. Namun, keberhasilan penilaian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan instrumen, tetapi juga oleh konsistensi penggunaannya dan pemanfaatan hasilnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi instrumen penilaian sikap kedisiplinan dan gambaran kedisiplinan peserta didik di SD Negeri 071206 Taluzusua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas dua wali kelas dan satu guru mata pelajaran yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi instrumen meliputi perencanaan, pelaksanaan penilaian, dan pemanfaatan hasil. Guru menggunakan lembar observasi dan jurnal penilaian untuk menilai ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Kedisiplinan peserta didik secara umum cukup baik, tetapi belum konsisten. Hasil penilaian dimanfaatkan untuk memberikan pengingat, arahan, penguatan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan.

متن کامل دسترسی آزاد

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS IV UPTD SD NEGERI 075062 DOLI-DOLI

Family Kristiani Gulo; Indah Wijaya Lase; Netti Kariani Mendrofa; Adrianus Bawamenewi STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1633-1643 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15638

چکیده

This study was motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students in Pancasila Education at UPTD SD Negeri 075062 Doli-Doli. In the pre-cycle assessment, only 4 of 19 students (21.05%) met the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP). This study aimed to describe the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model and improve students’ learning outcomes through its application. The study employed classroom action research based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. The participants were 19 fourth-grade students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation, then analyzed descriptively. The results showed that the average teacher activity score increased from 56.73% in Cycle I to 79.81% in Cycle II, while student activity increased from 59.71% to 80.59%. The average learning outcome score rose from 48.16 in the pre-cycle to 65.26 in Cycle I and 87.37 in Cycle II. Classical learning mastery also increased from 21.05% to 52.63% and 89.47%, respectively. Therefore, implementing PBL can improve the learning process and learning outcomes in Pancasila Education among fourth-grade students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV UPTD SD Negeri 075062 Doli-Doli. Pada tahap pra-siklus, hanya 4 dari 19 siswa (21,05%) yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model tersebut. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas guru meningkat dari 56,73% pada Siklus I menjadi 79,81% pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 59,71% menjadi 80,59%. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 48,16 pada pra-siklus menjadi 65,26 pada Siklus I dan 87,37 pada Siklus II. Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 21,05% menjadi 52,63% dan 89,47%. Dengan demikian, penerapan PBL dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV.

متن کامل دسترسی آزاد

PENGEMBANGAN MODUL MUATAN LOKAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 071059 HILIBADALU

Ellen Margaretha Halawa; Dernius Hura; Eka Periaman Zai; Anugerah Tatema Harefa STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1644-1654 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15473

چکیده

The declining recognition of Nias local culture among elementary school students highlights the need for contextual local content teaching materials that reflect students' cultural environments. This study aims to develop a local content module based on Nias local wisdom and examine its validity, practicality, and effectiveness in improving the learning motivation of fifth-grade students at SD Negeri 071059 Hilibadalu. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research subjects consisted of 23 fifth-grade students. Data were collected through observations, interviews, expert validation questionnaires, practicality questionnaires, and learning motivation questionnaires administered before and after the module implementation. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques, percentage calculations, and the Normalized Gain (N-Gain) test. The results indicated that the module achieved validation scores of 96.4% for content, 91.6% for language, and 95.8% for design, all categorized as highly feasible. Practicality assessments from students and teachers also indicated positive results. Learning motivation increased from 56.10% to 100%, with an average N-Gain of 1.00, categorized as high. Therefore, the developed module is suitable as contextual teaching material to enhance students' learning motivation while supporting the preservation of Nias local culture. ABSTRAK Menurunnya pengenalan budaya lokal Nias di kalangan peserta didik sekolah dasar menunjukkan perlunya bahan ajar muatan lokal yang kontekstual dan sesuai dengan lingkungan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul muatan lokal berbasis kearifan lokal Nias serta menganalisis validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas V SD Negeri 071059 Hilibadalu. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian berjumlah 23 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket kepraktisan, dan angket motivasi belajar sebelum dan sesudah penggunaan modul. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase serta uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memperoleh penilaian validasi ahli materi sebesar 96,4%, ahli bahasa 91,6%, dan ahli desain 95,8%, dengan kategori sangat layak. Kepraktisan berdasarkan penilaian peserta didik dan guru juga menunjukkan hasil positif. Motivasi belajar meningkat dari 56,10% menjadi 100%, dengan N-Gain sebesar 1,00 berkategori tinggi. Dengan demikian, modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendukung pelestarian budaya Nias.

متن کامل دسترسی آزاد