فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

Dernius Hura

۲ مقاله

همه‌ی آثار Dernius Hura در فکر بنیان مشاهده ←

هم‌نویسندگان: Anugerah Tatema HarefaEllen Margaretha HalawaElwin Piarawan ZebuaTrisman HarefaIntan Permata Hati ZebuaEka Periaman Zai

PENGEMBANGAN MODUL MUATAN LOKAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 071059 HILIBADALU

Ellen Margaretha Halawa; Dernius Hura; Eka Periaman Zai; Anugerah Tatema Harefa STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1644-1654 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15473

چکیده

The declining recognition of Nias local culture among elementary school students highlights the need for contextual local content teaching materials that reflect students' cultural environments. This study aims to develop a local content module based on Nias local wisdom and examine its validity, practicality, and effectiveness in improving the learning motivation of fifth-grade students at SD Negeri 071059 Hilibadalu. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research subjects consisted of 23 fifth-grade students. Data were collected through observations, interviews, expert validation questionnaires, practicality questionnaires, and learning motivation questionnaires administered before and after the module implementation. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive techniques, percentage calculations, and the Normalized Gain (N-Gain) test. The results indicated that the module achieved validation scores of 96.4% for content, 91.6% for language, and 95.8% for design, all categorized as highly feasible. Practicality assessments from students and teachers also indicated positive results. Learning motivation increased from 56.10% to 100%, with an average N-Gain of 1.00, categorized as high. Therefore, the developed module is suitable as contextual teaching material to enhance students' learning motivation while supporting the preservation of Nias local culture. ABSTRAK Menurunnya pengenalan budaya lokal Nias di kalangan peserta didik sekolah dasar menunjukkan perlunya bahan ajar muatan lokal yang kontekstual dan sesuai dengan lingkungan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul muatan lokal berbasis kearifan lokal Nias serta menganalisis validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas V SD Negeri 071059 Hilibadalu. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian berjumlah 23 peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket kepraktisan, dan angket motivasi belajar sebelum dan sesudah penggunaan modul. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase serta uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memperoleh penilaian validasi ahli materi sebesar 96,4%, ahli bahasa 91,6%, dan ahli desain 95,8%, dengan kategori sangat layak. Kepraktisan berdasarkan penilaian peserta didik dan guru juga menunjukkan hasil positif. Motivasi belajar meningkat dari 56,10% menjadi 100%, dengan N-Gain sebesar 1,00 berkategori tinggi. Dengan demikian, modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendukung pelestarian budaya Nias.

متن کامل دسترسی آزاد

ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR SIKAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 071206 TALUZUSUA

Intan Permata Hati Zebua; Trisman Harefa; Dernius Hura; Elwin Piarawan Zebua STRATEGY Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1621-1632 https://doi.org/10.51878/strategi.v6i4.15474

چکیده

Discipline assessment in elementary schools is essential for systematically monitoring students’ character development and providing a basis for continuous guidance. However, effective assessment depends not only on the availability of instruments but also on consistent implementation and the appropriate use of assessment results. This study aimed to describe the implementation of discipline attitude assessment instruments and the disciplinary behavior of students at SD Negeri 071206 Taluzusua. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The informants consisted of two homeroom teachers and one subject teacher selected purposively based on their direct involvement in teaching and attitude assessment. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings indicated that instrument implementation involved three stages: planning, assessment, and utilization of results. Teachers used observation sheets and attitude assessment journals to assess punctuality, compliance with rules, and responsibility for completing assignments. Students generally demonstrated fairly good discipline, although their behavior was not yet consistent across all indicators. Assessment results were used to provide reminders, guidance, reinforcement, and continuous character development. These findings highlight the importance of systematic assessment and appropriate follow-up in fostering discipline in elementary schools. ABSTRAK Penilaian sikap kedisiplinan penting dilakukan di sekolah dasar untuk memantau perkembangan karakter peserta didik secara sistematis dan menjadi dasar pembinaan yang berkelanjutan. Namun, keberhasilan penilaian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan instrumen, tetapi juga oleh konsistensi penggunaannya dan pemanfaatan hasilnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi instrumen penilaian sikap kedisiplinan dan gambaran kedisiplinan peserta didik di SD Negeri 071206 Taluzusua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas dua wali kelas dan satu guru mata pelajaran yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi instrumen meliputi perencanaan, pelaksanaan penilaian, dan pemanfaatan hasil. Guru menggunakan lembar observasi dan jurnal penilaian untuk menilai ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Kedisiplinan peserta didik secara umum cukup baik, tetapi belum konsisten. Hasil penilaian dimanfaatkan untuk memberikan pengingat, arahan, penguatan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan.

متن کامل دسترسی آزاد