فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

2026, Volume 6, Issue 4

مقاله‌ها

PENGARUH SELF-ESTEEM DAN REGULASI EMOSI TERHADAP RESILIENSI PADA WANITA KARIER

Fina Listyorini; Shinta Pratiwi; Mulya Virgonita IW; Ira Kusumawaty PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4729-4740 https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.14222

چکیده

The increasing participation of women in the workforce has been accompanied by growing professional and personal demands that may affect the psychological well-being of career women. The World Health Organization (WHO) reports that approximately 15% of the working-age population experiences mental health problems, while work-related pressures contribute to approximately 12 billion lost working days annually. These conditions highlight the importance of resilience as a psychological resource that enables career women to adapt, recover, and function effectively when facing workplace challenges. This study aimed to examine the predictive relationships of self-esteem and emotion regulation with resilience among career women. A quantitative cross-sectional survey design was employed involving 200 career women in Semarang City, Indonesia, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires measuring self-esteem, emotion regulation, and resilience on a five-point Likert scale. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4 through the evaluation of the measurement model, structural model, and hypothesis testing using a bootstrapping procedure. The findings showed that self-esteem and emotion regulation were positive predictors of resilience among career women. Self-esteem demonstrated a relatively stronger contribution than emotion regulation, while the overall model explained part of the variance in resilience. These findings indicate that career women with more positive self-esteem and better emotion regulation tend to demonstrate greater resilience. The study highlights the importance of self-esteem and emotion regulation as psychological resources that may be considered in organizational programs aimed at supporting women's resilience, psychological well-being, and sustainable career development. ABSTRAK Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja diikuti dengan semakin kompleksnya tuntutan profesional dan kehidupan personal yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis wanita karier. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 15% penduduk usia produktif mengalami gangguan mental, sementara tekanan kerja menyebabkan hilangnya sekitar 12 miliar hari kerja setiap tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya resiliensi agar wanita karier mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai tekanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan prediktif self-esteem dan regulasi emosi dengan resiliensi pada wanita karier. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melalui metode survei terhadap 200 wanita karier di Kota Semarang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur self-esteem, regulasi emosi, dan resiliensi dengan skala Likert lima tingkat. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4 melalui evaluasi model pengukuran, model struktural, dan pengujian hipotesis menggunakan prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan regulasi emosi merupakan prediktor positif terhadap resiliensi pada wanita karier. Self-esteem menunjukkan kontribusi yang relatif lebih kuat dibandingkan regulasi emosi, sedangkan model penelitian secara keseluruhan mampu menjelaskan sebagian variasi resiliensi. Temuan ini menunjukkan bahwa wanita karier dengan penghargaan diri yang lebih positif dan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik cenderung memiliki resiliensi yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya self-esteem dan regulasi emosi sebagai sumber daya psikologis yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan program organisasi untuk mendukung resiliensi, kesejahteraan psikologis, dan keberlanjutan karier perempuan.

متن کامل دسترسی آزاد

STRATEGI EDUKATIF INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK SD DI PANTI ASUHAN GA

Leoni Maretha Gultom; Michelleen W.E.T. Louhenapessy; Dona Oktafia Putri; Agoes Dariyo PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4741-4752 https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16629

چکیده

Learning motivation plays an important role in supporting children's academic success; however, children in orphanages often face limited individual guidance and attention that can lower their learning enthusiasm. Based on observations and interviews, it was found that the learning motivation of elementary school children at Orphanage GA was relatively low, characterized by lack of enthusiasm, quick boredom, and low self-confidence. This community service activity aims to improve children's learning motivation through interactive and enjoyable educational strategies. The method used involved administering pre-tests and post-tests using a learning motivation instrument consisting of 24 statement items, covering eight indicators of learning motivation, each comprising three statement items. The instrument was measured using a four-point Likert scale with four response alternatives, namely Strongly Agree (SA), Agree (A), Disagree (D), and Strongly Disagree (SD), administered to 13 children aged 7-13 years, consisting of 11 boys and 2 girls. The intervention program included coloring activities, personal activity schedule creation, future goals presentations, picture-guessing games, English vocabulary learning using flashcards, an effective learning strategy seminar, and educational word scramble and word search games. The Paired Samples Test results showed that the average learning motivation score increased from 77.00 to 78.69, although the increase was not statistically significant (p = 0.651 > 0.05). Nevertheless, the children demonstrated greater enthusiasm and engagement during the activities. This program can serve as a potential initial step in fostering elementary school children's learning motivation in an orphanage setting and as a consideration for developing more effective and sustainable learning support programs. ABSTRAK Motivasi belajar memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan akademik anak, namun anak-anak di panti asuhan sering menghadapi keterbatasan pendampingan dan perhatian individu yang dapat menurunkan semangat belajar mereka. Berdasarkan observasi dan wawancara, ditemukan bahwa motivasi belajar anak-anak SD di Panti Asuhan GA masih tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya antusiasme, mudah bosan, dan rendahnya rasa percaya diri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak melalui strategi edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test dan post-test menggunakan instrumen motivasi belajar yang terdiri atas 24 butir pernyataan, mencakup delapan indikator motivasi belajar yang masing-masing terdiri atas tiga butir pernyataan. Instrumen tersebut diukur menggunakan skala Likert empat poin dengan empat alternatif jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS), yang diberikan kepada 13 anak usia 7-13 tahun, terdiri atas 11 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Program intervensi meliputi kegiatan mewarnai, penyusunan personal activity schedule, presentasi cita-cita, permainan tebak gambar, pembelajaran kosakata bahasa Inggris menggunakan flashcard, seminar strategi belajar efektif, serta permainan edukatif word scramble dan word search. Hasil analisis menggunakan Paired Samples Test menunjukkan rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 77,00 menjadi 78,69, meskipun peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik (p = 0,651 > 0,05). Walaupun demikian, anak-anak menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang lebih baik selama kegiatan berlangsung. Program ini dapat menjadi langkah awal yang potensial dalam menumbuhkan motivasi belajar anak di lingkungan panti asuhan serta menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan program pendampingan belajar yang lebih efektif dan berkelanjutan.

متن کامل دسترسی آزاد

KEPRIBADIAN BIG FIVE SEBAGAI PREDIKTOR LEARNING AGILITY DAN PERILAKU INOVATIF MAHASISWA MBKM

Astiyana Arum Larasati; Zahrina Mardhiyah; Laelatus Syifa Sari Agustina; Dian Kusuma Hapsari; Selvi Sumardin PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 4753-4770 https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.14777

چکیده

ABSTRACT The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program provides learning experiences that require students to adapt, learn from experience, and develop innovative ideas. Individual differences in personality may be associated with variations in these abilities, making further investigation of personality dimensions necessary. This study aimed to analyze the role of the five Big Five personality dimensions in predicting learning agility and innovative behavior among MBKM participants. A quantitative approach with a cross-sectional correlational design was employed, involving 303 students who were currently participating in or had previously participated in MBKM activities. Participants were selected using a non-probability sampling technique. Data were collected through self-report questionnaires and analyzed using Confirmatory Factor Analysis (CFA) and multivariate regression with Mplus 8.4. The results indicated that openness to experience was the strongest positive predictor of innovative behavior (β = 0.422; p < 0.001) and learning agility (β = 0.361; p < 0.001). Conscientiousness and extraversion were also positively associated with both outcomes. In contrast, agreeableness was negatively associated with innovative behavior (β = −0.116; p = 0.016) but was not significantly associated with learning agility. Neuroticism showed no significant association with either outcome. These findings highlight the relevance of personality characteristics in understanding variations in student competencies and support the development of adaptive MBKM mentoring programs without using personality profiles as the sole basis for student selection. ABSTRAK Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan pengalaman belajar yang menuntut mahasiswa mampu beradaptasi, memanfaatkan pengalaman, dan mengembangkan gagasan inovatif. Perbedaan karakteristik individu diduga berkaitan dengan variasi kemampuan tersebut, sehingga perlu dikaji melalui dimensi kepribadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lima dimensi Big Five personality dalam memprediksi learning agility dan perilaku inovatif mahasiswa peserta MBKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional yang melibatkan 303 mahasiswa yang sedang atau pernah mengikuti kegiatan MBKM. Sampel diperoleh melalui teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner laporan diri dan dianalisis dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) serta regresi multivariat menggunakan Mplus 8.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa openness to experience merupakan prediktor positif terkuat bagi perilaku inovatif (β = 0,422; p < 0,001) dan learning agility (β = 0,361; p < 0,001). Conscientiousness dan extraversion juga berhubungan positif dengan kedua variabel tersebut. Sebaliknya, agreeableness berhubungan negatif dengan perilaku inovatif (β = −0,116; p = 0,016), tetapi tidak signifikan terhadap learning agility. Neuroticism tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kedua variabel. Temuan ini menegaskan relevansi karakteristik kepribadian dalam memahami variasi kompetensi mahasiswa, sekaligus mendukung pengembangan pendampingan MBKM yang adaptif tanpa menjadikan profil kepribadian sebagai dasar tunggal seleksi mahasiswa.

متن کامل دسترسی آزاد