فکر بنیانبانک مقالات روان‌شناسی

opinion expression

همهٔ آثار این مفهوم در فکر بنیان

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN MURID KELAS III DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT

Ni’maturrosyidah Ni’maturrosyidah; Gusmaniarti Gusmaniarti; Rima Puspita Sari Sari; Gusti Nur Hafifah; Wardah Suweleh ELEMENTARY Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1282-1293 https://doi.org/10.51878/elementary.v6i4.16429

چکیده

ABSTRACT Students’ active participation in expressing opinions is an important indicator of engagement in student-centered learning. Initial observations in Class III A at SD Negeri Kendangsari III/278 Surabaya revealed that only 8 out of 26 students (30.77%) actively participated in discussions, while the others tended to remain passive. This study aimed to improve students’ active participation in expressing opinions during Integrated Science and Social Studies (IPAS) lessons on the topic “Stories from the Hometown” through the Think Pair Share (TPS) model integrated with a deep learning approach. The study employed a classroom action research design conducted over two cycles, each consisting of three meetings, from July to August 2026. The participants were 26 students. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The individual achievement criterion was set at a minimum average participation score of 3.00, while the criterion for class-wide success required at least 80% participation. The results showed that the average percentage of active participation increased from 37.18% in the pre-cycle stage to 60.26% in Cycle I and 87.18% in Cycle II. The final achievement exceeded the predetermined success criterion. These findings indicate that integrating TPS with a deep learning approach may support students’ confidence in expressing ideas and enhance their participation in IPAS discussions. ABSTRAK Keaktifan murid dalam mengemukakan pendapat merupakan salah satu indikator keterlibatan dalam pembelajaran yang berpusat pada murid. Hasil observasi awal di kelas III A SD Negeri Kendangsari III/278 Surabaya menunjukkan bahwa hanya 8 dari 26 murid (30,77%) yang aktif berdiskusi, sedangkan sebagian lainnya cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan murid dalam mengemukakan pendapat pada pembelajaran IPAS dengan topik “Cerita dari Kampung Halaman” melalui model Think Pair Share (TPS) yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tiga pertemuan, pada Juli–Agustus 2026. Subjek penelitian berjumlah 26 murid. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kriteria keberhasilan individual ditetapkan berdasarkan skor rata-rata keaktifan minimal 3,00, sedangkan keberhasilan klasikal ditentukan apabila persentase keaktifan mencapai sekurang-kurangnya 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase keaktifan meningkat dari 37,18% pada prasiklus menjadi 60,26% pada Siklus I dan 87,18% pada Siklus II. Capaian akhir tersebut melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan TPS yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam berpotensi mendukung keberanian murid menyampaikan gagasan dan meningkatkan partisipasi dalam diskusi IPAS.

متن کامل دسترسی آزاد

MENINGKATKAN CIVIC SKILLS DAN CIVIC DEPOSITION MELALUI MODEL PROJECT CITIZEN PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS VB SDN 165/IV KOTA JAMBI

Khaini Hajar; Destrinelli Destrinelli; Indriyani Indriyani EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, 2026, Vol. 6, Issue 4, pp. 1636-1645 https://doi.org/10.51878/educator.v6i4.16350

چکیده

Developing civic skills and dispositions in elementary school is essential to preparing students to participate, collaborate, and act responsibly in a democratic society. However, students’ involvement in expressing opinions, participating in discussions, making collective decisions, and fulfilling responsibilities requires further improvement. This study aimed to improve students’ civic skills and civic disposition through the Project Citizen learning model in Pancasila Education for Grade V-B students at SDN 165/IV Kota Jambi. The study employed classroom action research based on the Kemmis and McTaggart model and was conducted in three cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection. The participants were 18 students. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using qualitative and quantitative approaches. Preliminary calculations indicated that the percentage of civic skills increased from 59.03% in the pre-cycle to 90.89% in Cycle III. Meanwhile, civic disposition increased from 59.72% to 91.76%. These findings indicate that implementing Project Citizen has the potential to improve students’ civic skills and dispositions through discussion, collaboration, expressing opinions, and collective decision-making. Therefore, this model may serve as an alternative approach to developing civic competencies among elementary school students. ABSTRAK Pengembangan keterampilan dan sikap kewarganegaraan sejak sekolah dasar penting untuk membentuk peserta didik yang mampu berpartisipasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis. Namun, keterlibatan peserta didik dalam menyampaikan pendapat, berdiskusi, mengambil keputusan bersama, dan melaksanakan tanggung jawab masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan civic skills dan civic disposition melalui model pembelajaran Project Citizen pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VB SDN 165/IV Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil perhitungan sementara menunjukkan bahwa persentase civic skills meningkat dari 59,03% pada prasiklus menjadi 90,89% pada Siklus III. Sementara itu, civic disposition meningkat dari 59,72% menjadi 91,76%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan Project Citizen berpotensi meningkatkan keterampilan dan sikap kewarganegaraan melalui diskusi, kerja sama, penyampaian pendapat, dan pengambilan keputusan bersama. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi kewarganegaraan peserta didik sekolah dasar.

متن کامل دسترسی آزاد